Kebenaran yang Sulit Dipahami

Kehidupan dibentuk bukan hanya oleh keputusan-keputusan besar yang kita buat, tetapi juga oleh pilihan-pilihan kecil yang tak terhitung jumlahnya yang kita buat setiap hari. Apa yang kita pikirkan, bagaimana kita menggunakan waktu kita, kata-kata yang kita ucapkan, orang-orang yang kita dengarkan, dan kebiasaan yang kita ulangi mungkin tampak tidak penting pada saat itu. Namun setiap pilihan mengarahkan kita ke suatu arah. Kita selalu menjadi seseorang. Pertanyaannya adalah apakah pilihan-pilihan harian kita membentuk kita menjadi pribadi yang Tuhan inginkan.

Karakter dibentuk secara bertahap. Satu pilihan yang tidak jujur ​​membuat kompromi berikutnya lebih mudah; satu tindakan pengampunan membuat kasih karunia lebih mudah untuk diberikan lagi. Memilih rasa syukur memperkuat kepuasan, sementara berulang kali memilih keluhan memupuk ketidakpuasan. Memilih doa mengembangkan ketergantungan kepada Tuhan; terus-menerus mengabaikan-Nya perlahan-lahan melemahkan kepekaan spiritual. Kita tidak dapat berulang kali memilih satu arah dan berharap untuk sampai ke tempat lain. Inilah sebabnya mengapa Kitab Suci mengingatkan kita bahwa pada akhirnya kita menuai apa yang kita tabur.  Pilihan kita menjadi kebiasaan, kebiasaan kita membentuk karakter kita, dan karakter kita memengaruhi jalan hidup kita.

Hari ini, jangan meremehkan pentingnya pilihan yang ada di hadapan Anda. Sebelum mengambil keputusan, tanyakan, “Apakah pilihan ini akan membawa saya lebih dekat kepada Tuhan atau menjauh dari-Nya? Orang seperti apa saya akan menjadi jika saya terus memilih ini?” Anda mungkin tidak dapat mengubah keputusan kemarin, tetapi Anda dapat memilih secara berbeda hari ini. Dengan kasih karunia Tuhan, arah baru dapat dimulai dengan satu pilihan yang setia. Pilihlah kebenaran daripada kenyamanan, pengampunan daripada kepahitan, disiplin daripada impulsif, kemurahan hati daripada keegoisan, dan ketaatan daripada kompromi. Anda tidak hanya memutuskan apa yang akan dilakukan hari ini—Anda juga membantu menentukan siapa Anda akan menjadi besok. Biarlah setiap pilihan semakin membentuk Anda menjadi serupa dengan Kristus.

*Referensi Alkitab:*

Galatia 6:7-8; Ulangan 30:19-20; Roma 8:29


Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *